Caleg atau Calek ?
Lagi asik baca koran Manado Post hari ini….
Beritanya ?
- Ada ribut caleg yang tidak lolos
- Ada caleg yang dilaporkan ke Panwaslu
- Ada satu parpol yg menggelar kirab untuk memperkenalkan caleg-nya
- dll…dll…
Selain berita2 tsb, isi koran ini juga mulai didominasi iklan Caleg dari berbagai parpol…
Hhhmm…
Menarik mencermati fenomena akhir-akhir ini ketika orang berbondong-bondong memeriahkan pesta demokrasi tahun 2009 nanti dengan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.
Jalan-jalan mulai dipenuhi poster, baliho, spanduk, dan sticker dalam berbagai ukuran.
Semuanya dengan maksud yang sama, agar mereka dikenal orang.
Karena pepatah “tak kenal maka tak sayang” masih menjadi patokan bagi para caleg ini, maka penuhlah jalanan dengan berbagai atribut “jual diri” para caleg.
Mereka berlomba-lomba memperkenalkan diri kepada masyarakat dan bentuk perkenalan bisa macam-macam; pasang tampang dijalan-jalan, rajin hadir dalam setiap acara/kegiatan, rajin memberi sumbangan, rajin menebar senyum, dll..dll..
Pokoknya caleg berubah 180 derajat menjadi orang yang ramah demi meraih simpati rakyat…
Tebar pesona…
Tapi secara logika saya berpikir begini :
Jika seseorang memperkenalkan diri secara massiv kepada masyarakat, berarti logikanya dia tidak dikenal luas oleh masyarakat.
Jika dia tidak dikenal oleh mesyarakat, artinya banyak; kurang bergaul dalam komunitas lingkungan sekitar atau bisa juga kurang memberi diri dalam kegiatan kemasyarakatan.
Masuk akal bukan ??
Kemudian yang patut kita cermati juga adalah sebagian besar caleg yang terdaftar di KPUD mempunyai pekerjaan sebagai “Wiraswasta”.
Well… well… well…
Dengan kata lain, sebagian besar calon anggota wakil rakyat kita adalah pengangguran terselubung.
Jadi tujuan utama mereka adalah cari makan di lembaga legislatif, bukan menyuarakan aspirasi rakyat.
Mungkin tergiur dengan gaji+tunjangan yang seabrek, fasilitas mumpuni, dan status sosial yang akan terangkat jauh dari aslinya…
Yang pasti jika mereka yang terpilih nanti, kita akan tetap harus sabar mengurut dada untuk lima tahun kedepan…
So, dengan maksud yang sudah tidak baik tersebut. mau jadi apa mereka ? Caleg atau Calek ?
Calon Anggota Legislatif atau Calo Proyek ?
Btw, dah ah…
Lanjutin kerja dulu…
ps:
Untuk para caleg, no hurt feeling yah….
