<

Mario Sumilat

think and share… [Indonesian]

Macet di Manado

Malam minggu kemarin (27/09)  jalan2 untuk menikmati suasana malam minggu di daerah Boulevard. Tak ada yang luar biasa, namun yang beda adalah ketika saya baru saat ini menyadari betapa jalan-jalan di Manado semakin terasa sempit dan sesak oleh banyaknya kendaraan baik itu roda 2 maupun roda 4 yang berlalu-lalang di jalan.
Pukul 18.30 dari rumah di kawasan Perumahan Bukit Nyiur Permai…
Ketika memasuki daerah Bahu, saat itulah sudah mulai terasa kendaraan berjalan agak tersendat.
Kondisi ini semakin terasa ketika kami memasuki jalan Pierre Tendean (Boulevard).
Alhasil kondisi “stop and go” ini pun kami lalui sejak berada di depan FreshMart hingga kami tiba di tujuan kami di Manado Town Square…
Kaki terasa pegal karena harus sering menginjak pedal kopling…
Pukul 19.15 WITA.
Ckckckck… benarkah untuk perjalanan ini kami harus lalui dalam waktu hampir 1 jam ? Memang benar, karena setahu saya Casio yang setia melekat di tangan kiri saya ini belum rusak.
Hhmm… Otak saya tertarik untuk bertanya; kemanakah gerangan jalan Boulevard yang dulu terasa begitu lega ketika kita berjalan diatasnya?
Well, tentu saja bukan Boulevard yang menyempit karena dia bukan benda hidup yang bisa kapan saja menyempit seenak hatinya.
Tapi kendaraan yang lewat diatasnyalah yang semakin banyak.
Mau bukti ? Mari kita berhitung…
Seingat saya, sekitar tahun 2002-2003 jalan Boulevard masih terasa lapang dan merupakan alternatif utama bagi orang yang ingin menghindari macetnya jalan Sam Ratulangi. Karena saat itu belum ada mall-mall dan ruko-ruko di jalan Boulevard.
Ok, kita lanjut perhitunganya…
Jadi kita hitung mulai tahun 2004 saja dan kita asumsikan setiap bulan ada sekitar 100 unit kendaraan baru yang terjual.
Rentang waktu 2004-2008 ada 48 bulan dikali 100 unit, hasilnya?
Ya benar, 4800 unit kendaraan baru terjual dalam rentang waktu 4 tahun !
Masih tidak percaya juga ?
Mari kita breakdown rata-rata penjualan kendaraan baru berdasarkan merk yang beredar di Manado dalam rentang 4 tahun tsb :
- Merk ISUZU (Sory, ini yg duluan karena gw kerja disini :p) : 30-40 unit/bln (Untuk Juli & Agustus 2008 terjual 120 unit)
- Merk Toyota (KijangEFI, Innova, Avanza, Fortuner, Vios, Dyna, dll) : 80-100 unit/bln
- Merk Daihatsu (Espass, Taruna, Xenia, Terios, GranMax, dll) : 80-100 unit/bln (Bulan Juli 2008 terjual 300 unit !)
- Gabungan Merk Suzuki, Chevrolet, Mitsubishi, Honda, Kia, Nissan, Ford, dll : 40-50 unit/bln.

Jika angka2 diatas diambil angka minimalnya saja, maka ada sekitar 230 unit kendaraan baru yang terjual. Kemudian kita asumsikan separuh jumlah tersebut dibeli oleh orang dan beroperasi diluar Kota Manado (mis, Tomohon, Minahasa, Kotamobagu, Gorontalo, dll), sedangkan sisanya dibeli dan beroperasi sehari-hari di Manado. Benar +/- 100 unit yang beredar di Manado kan ?
Tapi ingat, angka-angka tersebut diatas hanyalah angka rata-rata minimal !

Jika kendaraan baru bisa lebih dari 100 unit terjual,
berapa kilometer-kah prasarana jalan baru yang dibangun di Manado dan sekitarnya ??
Well… AFAIK, Ring Road Winangun-Maumbi (? km), Boulevard II (2km ?).

Jadi menurut anda, seimbangkah pertumbuhan penjualan kendaraan baru vs pertumbuhan prasarana jalan ?
Silakan anda cari tahu sendiri jawabannya.
Caranya ? Bawa mobil (terserah punya sendiri, pinjem atau sewa) malam minggu depan dan coba lewati jalan Sam Ratulangi dan jalan Pierre Tendean (Boulevard).
:p

Anyway, sebenarnya ada satu hal yang menarik jika anda terjebak macet di jalan Boulevard.
Apa itu ??
Di sepanjang jalan Boulevard banyak bapak2 polisi dan ibu2 polwan berdiri di tengah jalan sibuk mengatur lalu lintas.
Lho?? Apanya yang menarik ??
Mereka menggunakan sepatu roda !
Hehehehe… Lumayan jadi pemandangan unik di kala bete karena kaki pegal menginjak pedal kopling; seragam Polisi dipadu sepatu roda lengkap dengan helm, angle protector, dan knee protector.
Gak percaya juga ??
Silakan rasakan sendiri bermacet ria malam minggu depan.
:p

Categories: Misc